Japanese
| Home | Staffs | Facilities | Publications | Presentations | Lectures & Tools | Books | Articles | Researchs | Reports | Awards | Contact Person |


SCIENCE PROMOTIONS
Visiting Semi Palar Kindergarten & Elementary Schools, Bandung

Dr. Sri Sumantyo visited the Semi Palar Kindergarten & Elementary Schools, Bandung, Indonesia to introduce the remote sensing technology to kids as easy as possible, on September 13, 2006 (40 minutes lecture).

Lecture memo by the staff of Semi Palar (in Indonesian) :

Catatan Program Jenjang TK B & SD 1 : Pengenalan Foto Satelit
Guru tamu :  Bp. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D, Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Japan.

Wah hari ini ada tamu istimewa untuk anak-anak Smipa. Dia sedang tinggal jauh di Jepang sana. Siapa?? Seorang Associate Profesor dari Chiba University. Hahhh??! Yang bener.. hebat amat!!! Siapa sih dia? Oom Yos, begitu anak-anak menyapanya.

Wah mau ngapain ya?  Ya kalau biasanya dia ngajar para mahasiswa, bahkan dosen untuk bidang Satelite Imaging di jenjang universitas, sekarang dia datang di Smipa pengen ngajar anak-anak SD1 dan TK B. Weeh??! Iya, betul!!

Oom Yos jelasin banyak, mulai dari pekerjaannya membuat foto menggunakan satelit sampai ke penjelasan detail hasil cetak foto ukuran besar yang dibawanya.

Penjelasan materi yang sebenarnya berat dapat disampaikannya secara santai dan akrab. Dengan bahasa yang mudah dipahami anak dan format diskusi terbuka dimana anak boleh spontan melontarkan pertanyaan dan pendapat.

Anak-anak sepertinya (dan memang sewajarnya) senang dan antusias mendapat kesempatan super langka ini.

Banyak terlontar pertanyaan khas anak yang lucu ? sangat orisinil, tapi sebenarnya merupakan produk proses berpikir yang dalam. Beberapa petikan yang terekam :

Tentang  kamera raksasa (dijelaskan ukuran lensanya saja 2 meter dengan panjang 5 meter, berat 2 ton, berjarak 700 km dari bumi), anak-anak merespon dengan pertanyaan / pernyataan :

Rico : Lho nekennya gimana dong, apa kitanya mesti loncat2 di pencetannya?? [bayangkan tombolnya segede apa?!!]

Pat   : Kalo gitu, kita pasti merem dong kalo lagi difoto, karena kan pasti silau banget [bayangkan kilat blitznya sesilau apa?!]

Gio   : Beratnya seberat 2 gajah?  Jadi, bawanya gimana? [bayangkan siapa yang kuat angkat?]. Lalu dijelaskan dibawanya dengan menggunakan roket.

Rico : Kalo semut kira-kira segimana banyaknya? (waktu dijelaskan kira2 beratnya tuh sama dengan 100 berat Rico)

Ethan : Wah jauh sekaaali!! (waktu diberi gambaran 700 km itu sekitar 3 kali jarak dari Bandung ke Jakarta)

Tentang objek yang terekam di foto :

Evan tahu warna putih kecil2 di laut itu tuh gelombang

Edgar tahu garis memanjang di laut itu gelombang bekas kapal (lalu melebar ke pambahasan tentang hubungan kecepatan putar baling-baling dengan kecepatan kapal)

Chrissy tahu bulatan kecil putih di laut itu alat untuk bawa minyak (referansi saat outing ke museum waktu itu)

Ethan : Oh itu seperti kereta waktu di Paris (waktu membahas kereta bawah laut)

Cissy setelah banyak tanya tentang beberapa objek kecil di gambar, bertanya : Kalo ini apa? Yang coklat ini? Setelah dilihat Oom Yos tertawa, bilang : Oh itu sih kotor (noda) karena foto ini sudah terlalu lama disimpan ...[J telitinya....] Bahwa warna hitam (seperti warna laut) pada landasan pesawat karena bekas roda pesawat.

Bahwa garis panjang seperti jalan yang berwarna hitam itu sungai..., yang lebih kecil ya sungai kecil.

Dan banyak lagi celetukan ini itu dari anak-anak, lucu!

Oom Yos juga bisa bilang : wah yang itu Oom juga belum tahu, untuk pertanyaan2 fsusahf dari anak-anak.

Penutupnya juga asyik! Pada anak disampaikan pesan yang sangat berharga. Sangat jauh dari nada menggurui, namun mengena untuk anak. Dibuka dengan pertanyaan : Siapa yang kalo udah besar nanti kepingin mau bisa motret / bikin foto seperti ini? Sebagian besar anak-anak angkat tangannya.

Disampaikan : Nah kalau gitu kita mulai sekarang harus bisa berpikir kalau melihat sesuatu, misalnya : kenapa ya benda ini bisa berwarna merah, kenapa ya makanan yang kita makan terasa enak. Kalau kita terbiasa berpikir, maka kita akan bisa mengerjakan apa saja, menjadi apa saja.

Oom Yos besok mau terbang kembali ke Jepang, kerja lagi.. namun berjanji ke anak-anak kalau datang lagi ke Indonesia akan mampir ke sekolah sini lagi...

Terimakasih banyak Oom Yos, terutama untuk membuka wawasan dan menumbuhkan tunas pemahaman pada anak bahwa aku sebenarnya punya potensi untuk bisa menjadi apa saja nanti... aku pasti bisa!!

Nah gitu tuh ceritanya....

Semoga kapan-kapan kesempatan seperti ini bisa didapat lagi... Siapa ya kira-kira tamu istimewa kita yad?   Smipa | September 06
Last edited : April 1, 2007